PAM Giri Menang Perkuat Koordinasi Hadapi Potensi Kekeringan
Mataram, 24 Juli 2026 — PAM Giri Menang turut memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana kekeringan di Nusa Tenggara Barat. Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Kebencanaan Daerah yang diselenggarakan oleh BPBD dan Dinas PUPRPKP Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Lombok Astoria Mataram, Jumat (24/7/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi forum untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, khususnya dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain membahas penanganan kekeringan, forum tersebut juga membahas integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk RTRW dan RPJMD. Integrasi kajian risiko menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang mempertimbangkan potensi dan dampak bencana di masa mendatang.
Bagi PAM Giri Menang, keterlibatan dalam koordinasi kebencanaan menjadi bagian dari upaya mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi yang dapat memengaruhi pelayanan air minum kepada masyarakat. Kekeringan merupakan salah satu kondisi yang perlu diantisipasi bersama karena dapat berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air dan kebutuhan masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor, PAM Giri Menang dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam merespons potensi kekeringan. Kolaborasi tersebut penting agar langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Kesiapsiagaan menghadapi kekeringan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pelayanan air minum. Di tengah kondisi cuaca yang semakin menantang, pengelolaan sumber daya air secara bijak dan dukungan berbagai pihak menjadi semakin penting untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap menjadi perhatian bersama.
PAM Giri Menang akan terus mendukung koordinasi dan kolaborasi dalam upaya penanggulangan bencana, khususnya yang berkaitan dengan air dan kekeringan. Sinergi antara pemerintah, penyelenggara layanan air minum, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketahanan daerah sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan air bagi masyarakat Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.